head-bappeda
  • ncicd

    Pembangunan Tanggul Raksasa DKI Jakarta Dicanangkan

    Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak hari ini (9/10) mencanangkan Implementasi Program National Cappital Integrated Coastal Development (NCICD) atau biasa disebut dengan Tanggul Raksasa (Giant Sea Wall). Turut mencanagkan adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, dan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo dan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Sarwo Handayani.

    Selengkapnya

  • ncicd 1

    Investasi Dan Manfaat Pembangunan Giant Sea Wall

    Pemerintah memastikan segera membangun Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall. Kegiatan groundbreaking proyek yang juga diberi nama National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN).

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan desain detil proyek tanggul raksasa masih dalam penyelesaian. Desain tersebut melibatkan para ahli dari lokal dan asing. Sebagai gambaran, desain  tanggul raksasa dilengkapi dengan daerah perkotaan baru dengan melakukan reklamasi laut. Kota ini diprediksi akan menjadi kota baru yang ada di DKI Jakarta yang bersih, sehat dan punya tata kelola lingkungan yang baik.

    Selengkapnya

  • imagesDKI Usulkan Dana PMP Rp 10 Triliun Dalam RAPBD 2015

     

    Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2015. Dalam rancangan anggaran tersebut, diusulkan kenaikan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI.

    Dana PMP yang diusulkan sebesar Rp 10,75 triliun untuk delapan BUMD DKI. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan dana PMP yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan DKI 2014 yang mencapai Rp 9,3 triliun.

    Selengkapnya

  • ncicd 1

    Giant Sea Wall Ditargetkan Rampung 100% Tahun 2030

    Menko Perekonomian, Chairul Tanjung duduk bersama dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Alisjahbana, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak membahas mengenai proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Selain itu, pembahasan juga melibatkan segenap kementerian, lembaga dan pemerintah administratif terkait, seperti Pemerintah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Hal itu mengingat bahwa mega proyek NCICD membentang dari wilayah DKI Jakarta hingga Banten, sehingga membutuhkan koordinasi yang matang sekaligus dukungan penuh dari pemerintah administratif lokal.

    Selengkapnya

Sekilas Jakarta

Peta_Jakarta1 Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kota administrasi dan satu Kabupaten administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta Pusat dengan luas 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2, Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, dan Kota administrasi Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, serta Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2. Di sebelah utara membentang pantai sepanjang 35 km, yang menjadi tempat bermuaranya 13 buah sungai dan 2 buah kanal. Di sebelah selatan dan timur berbatasan dengan Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, sebelah barat dengan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, serta di sebelah utara dengan Laut Jawa.

Secara geologis, seluruh dataran terdiri dari endapan pleistocene yang terdapat pada ±50 m di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri atas lapisanalluvial, sedang dataran rendah pantai merentang ke bagian pedalaman sekitar 10 km. Di bawahnya terdapat lapisan endapan yang lebih tua yang tidak tampak pada permukaan tanah karena tertimbun seluruhnya oleh endapan alluvium. Di wilayah bagian utara baru terdapat pada kedalaman 10-25 m, makin ke selatan permukaan keras semakin dangkal 8-15 m. Pada bagian tertentu juga terdapat lapisan permukaan tanah yang keras dengan kedalaman 40 m.

Keadaan Kota Jakarta umumnya beriklim panas dengan suhu udara maksimum berkisar 32,7°C – 34,°C pada siang hari, dan suhu udara minimum berkisar 23,8°C -25,4°C pada malam hari. Rata-rata curah hujan sepanjang tahun 237,96 mm, selama periode 2002-2006 curah hujan terendah sebesar 122,0 mm terjadi pada tahun 2002 dan tertinggi sebesar 267,4 mm terjadi pada tahun 2005, dengan tingkat kelembaban udara mencapai 73,0 – 78,0 persen dan kecepatan angin rata-rata mencapai 2,2 m/detik – 2,5 m/detik.

Sumber : Perda No 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012